Senin, 27 April 2015

Hari Raya Karo bagi masyarakat Suku Tengger yang ada di Desa Tosari atau disebut juga warga Brang Kulon adalah peringatan atau penghormatan kepada leluhur yang mengawali atau menjadi cikal bakal Suku Tengger di Gunung Bromo.

Hari Raya Karo ini diperingati selama  satu bulan dengan ditandai pagelaran Tari Sodoran. Sedangkan makna Tarian Sodoran, adalah menggambarkan hubungan suami-istri leluhur yaitu Joko Seger dan Loro Anteng dari awal sampai beranak pinak hingga sekarang.

Prosesi peringatan Hari Raya Karo yang diperingati setiap bulan ke-2 tiap tahun menurut kalender perhitungan Suku Tengger ini,diikuti oleh beberapa desa dari warga Tengger Kecamatan Tosari.

Prosesi dimulai dengan kirab menuju Pura Punden di Desa Tosari diteruskan dengan kirab calon warga kehormatan Suku Tengger menuju balai desa setempat. Untuk tahun ini yang dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger adalah Bupati, Dandim,Kapolres dan jajaran Muspida Kabupaten Pasuruan.

Penobatan sebagai warga kehormatan Suku Tengger ditandai dengan penyematan ikat kepala (udeng) kepada jajaran Muspida yang dilanjutkan dengan upacara Santi,selametan banyu,pembukaan Jimat Kelontong dan upacara penutupan di setiap desa yang disebut upacara Bawahan.

Peringatan Hari Raya Karo ini wajib hukumnya bagi seluruh Suku Tengger baik yang ada di Brang Kulon (Pasuruan) maupun Brang Wetan (Probolinggo).karena ini adalah peringatan cikal bakal Suku Tengger di Gunung Bromo,yang jatuh setiap 2 bulan setelah upacara Yadnya Kasada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar