Selasa, 28 April 2015
Upacara Kasada,Hari Raya dan Festival Adat Suku Tengger Yadnya Kasada Bromo
Upacara Kasada,Hari Raya dan Festival Adat Suku Tengger Yadnya Kasada Bromo
Upacara Kasada
Upacara Kasada | Hari Raya Yadnya Kasada | Adat Suku Tengger | Bromo Kasodo
Obyek Wisata Gunung Bromo letak geografisnya tepat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Provinsi Jawa Timur, yaitu adalah salah satu di antara obyek wisata paling favorit didunia. Wisata Gunung Bromo, selain memiliki keunikan pesona alam yang indah dan mengagumkan berupa lautan pasir Bromo, asap putih yang keluar dari kawah Bromo, padang rumput savannah yang menghampar hijau, di Gunung Bromo juga terkandung budaya luhur dari Suku Tengger yang bermukim di kawasan sekitar Gunung Bromo yaitu upacara Kasada/Yadya Kasada Ceremony.
Budaya luhur dan sampai saat ini dilestarikan oleh suku Tengger sampai saat ini salah satunya adalah upacara Kasada/ Hari Raya Yadnya Kasada, masyarakat sekitar gunung Bromo familiar menyebutnya dengan Kasodoan atau upacara Kasodo.
Upacara Kasada (Hari Raya Yadnya Kasada) atau Kasodo yaitu suatu upacara adat suku Tengger yang dilakukan setiap tahun sekali (penanggalan agama Hindu Tengger) yaitu ketika sudah memasuki bulan Kasada dan tepatnya pada hari ke 14 . Upacara Yadnya Kasada berupa pemberian sesajen untuk sesembahan yaitu Sang Hyang Widhi dan para leluhur suku Tengger ( Dewi Roro Anteng dan Joko Seger). Lokasi upacara adat suku Tengger ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di lautan pasir Bromo dam dekat dengan kaki Gunung Bromo.
Upacara Adat Yadnya Kasada Suku Tengger atau Hari raya kasada dilakukan pada tengah malam dan selesai pada dini hari. Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Pada festival ini masyrakat suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa hasil panen seperti sayuran, buah-buahan, atau hewan ternak seperti ayam atau kambing bahkan ada juga yang melemparkan uang ke kawah gunung tersebut. Ini adalah upacara adat yang hanya dimiliki oleh suku Tengger Bromo dan tidak ada lagi upacara Kasada yang serupa di seluruh dunia.
Senin, 27 April 2015
Hari Raya Karo bagi masyarakat Suku Tengger yang ada di Desa Tosari atau disebut juga warga Brang Kulon adalah peringatan atau penghormatan kepada leluhur yang mengawali atau menjadi cikal bakal Suku Tengger di Gunung Bromo.
Hari Raya Karo ini diperingati selama satu bulan dengan ditandai pagelaran Tari Sodoran. Sedangkan makna Tarian Sodoran, adalah menggambarkan hubungan suami-istri leluhur yaitu Joko Seger dan Loro Anteng dari awal sampai beranak pinak hingga sekarang.
Prosesi peringatan Hari Raya Karo yang diperingati setiap bulan ke-2 tiap tahun menurut kalender perhitungan Suku Tengger ini,diikuti oleh beberapa desa dari warga Tengger Kecamatan Tosari.
Prosesi dimulai dengan kirab menuju Pura Punden di Desa Tosari diteruskan dengan kirab calon warga kehormatan Suku Tengger menuju balai desa setempat. Untuk tahun ini yang dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger adalah Bupati, Dandim,Kapolres dan jajaran Muspida Kabupaten Pasuruan.
Penobatan sebagai warga kehormatan Suku Tengger ditandai dengan penyematan ikat kepala (udeng) kepada jajaran Muspida yang dilanjutkan dengan upacara Santi,selametan banyu,pembukaan Jimat Kelontong dan upacara penutupan di setiap desa yang disebut upacara Bawahan.
Peringatan Hari Raya Karo ini wajib hukumnya bagi seluruh Suku Tengger baik yang ada di Brang Kulon (Pasuruan) maupun Brang Wetan (Probolinggo).karena ini adalah peringatan cikal bakal Suku Tengger di Gunung Bromo,yang jatuh setiap 2 bulan setelah upacara Yadnya Kasada.
Hari Raya Karo ini diperingati selama satu bulan dengan ditandai pagelaran Tari Sodoran. Sedangkan makna Tarian Sodoran, adalah menggambarkan hubungan suami-istri leluhur yaitu Joko Seger dan Loro Anteng dari awal sampai beranak pinak hingga sekarang.
Prosesi peringatan Hari Raya Karo yang diperingati setiap bulan ke-2 tiap tahun menurut kalender perhitungan Suku Tengger ini,diikuti oleh beberapa desa dari warga Tengger Kecamatan Tosari.
Prosesi dimulai dengan kirab menuju Pura Punden di Desa Tosari diteruskan dengan kirab calon warga kehormatan Suku Tengger menuju balai desa setempat. Untuk tahun ini yang dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger adalah Bupati, Dandim,Kapolres dan jajaran Muspida Kabupaten Pasuruan.
Penobatan sebagai warga kehormatan Suku Tengger ditandai dengan penyematan ikat kepala (udeng) kepada jajaran Muspida yang dilanjutkan dengan upacara Santi,selametan banyu,pembukaan Jimat Kelontong dan upacara penutupan di setiap desa yang disebut upacara Bawahan.
Peringatan Hari Raya Karo ini wajib hukumnya bagi seluruh Suku Tengger baik yang ada di Brang Kulon (Pasuruan) maupun Brang Wetan (Probolinggo).karena ini adalah peringatan cikal bakal Suku Tengger di Gunung Bromo,yang jatuh setiap 2 bulan setelah upacara Yadnya Kasada.
Langganan:
Postingan (Atom)